header image

The Turning Point

Posted by: theextraordinaryguy | October 21, 2007 | No Comment |

The turning point adalah Titik balik. Sorry, bukan mau bahas bukunya
fritjop Chapra dengan judul yang sama. Ini mah tentang kehidupan semua orang,
beberapa waktu lalu aku merenung, kalo kita perhatikan semua orang memiliki
titik balik dalam kehidupannya. Sebuah bagian perjalanan yang bikin hidup
berbeda dari biasanya, yang membawa sebuah perubahan mahadahsyat yang mungkin
mengubah arah dan perjalanan hidup seseorang dengan begitu hebatnya.

 

Seorang teman adalah seorang pemuda liar yang sama sekali ga
bertanggungjawab. Pekerjaan utamanya adalah bikin pusing orang tua dengan
segala tingkah laku kenakalannya. Dari mulai tawuran, minuman keras dan
kenakalan lain pernah ia lakukan. Beberapa kali ia keluar masuk penjara atas
perbuatannya itu. Tapi itu dulu, semua berubah ketika ia menikah. Perangai
buruknya yang tidak sabaran dan gampang marah perlahan sirna ketika ia
mendapati istrinya yang begitu sabar menghadapi semua tingkah liarnya. Segala
kekasaran dan keliaran muda yang ia miliki itu ternyata luluh dengan senyum
simpul dari seorang istri yag ultra penyabar. Kini ia telah berubah menjadi
seorang Ayah muda bertanggung jawab dengan seorang putri.

 

Teman lain tidak kalah garangnya, tawuran dan ugal-ugalan di jalan
adalah makanan dia sehari-hari. Baginya pembangkangan dan pemberontakan adalah
pembuktian kejantanan seorang lelaki. Main sikat, main embat dan kebut-kebutan
di jalan raya adalah bahan bakar kesombongan dan keangkuhan mudanya. Namun
semua berubah setelah suatu kecelakaan maut menyapa dirinya dan merenggut nyawa
sahabat terdekat. Setelah itu ia bertekad untuk menjadi orang yang lebih baik.
Saat ini ia telah menjadi pengusaha muda sukses dengan asset miliaran rupiah.
Bahkan ia mendirikan lembaga pendidikan untuk membantu orang berbisnis dengan
mental dan cara yang baik.

 

Teman lain terkenal dengan ketidak jujuran dan mabuk-mabukkan. Semua
keluarga sudah dibikin pusing tujuh keliling dengan segala ulahnya. Sifat
jeleknya membuat ia selalu gagal dalam pernikahan. Gonta-ganti istri, kawin
cerai, terpisah dengan anak dan keluarga. Hingga suatu saat badannya rusak
parah akibat minuman. Hampir semua fungsi vital tubuh melemah. Orang menyangka
ini adalah akhir hayatnya. Dengan keadaan seperti itu satu-satunya hal yang
bisa dilakukan hanyalah menunggu ajal tiba. Namun kehendak Tuhan berkata lain.
Disaat-saat kritis seperti itu ia baru ingat Tuhan. Keinginannya bertaubat
membuat fisiknya selalu memiliki daya tahan ekstra untuk bertahan hidup. Ia
sembuh meskipun dengan konsdisi badan yang tidak sesehat dulu lagi. Perlahan
kehidupannya membaik. Saat ini ia menjadi seorang Bapak penyayang meskipun
hanya seorang diri. Ia bertekad untuk menebus segala kesalahan masa lalu dan
berbuat yang terbaik untuk anak-anaknya.

 

Manusia adalah makhluk yang ga akan pernah lepas dari salah dan lupa.
Kesalahan dan kekeliruan adalah ciri khas dan merk terdaftar yang menjamin
keaslian seorang manusia. Ia tidak selalu salah juga tidak selalu lupa. Selalu
ada pilihan dalam kehidupan. Hidup selalu berjalan maju, karena waktu tidak
akan pernah mau menunggu. Semua lupa dan salah itu terkadang membuat kita
terperosok jauh melupakan fitrah kita sebagai manusia yang katanya hanif
(selalu condong kepada kebenaran). Beruntung mereka seperti yang mengalami
seperti diatas, Tuhan menunjukkan jalan kembali dengan kejadian (ayat) yang
tidak dimengerti.

 

Beruntung karena peringatan itu datang sebelum jantung berhenti
berdetak dan pintu taubat masih terbuka. Beruntung mereka masih bisa mendapat
‘kesempatan kedua’ untuk kembali terlahir dan mencoba mengumpulkan kembali
fitrah yang telah berserak dan berceceran. Tak terbayangkan jika kesempatan itu
tidak sempat datang atau terlambat. Entah ada di sebelah mana kita di kehidupan
selanjutnya hiiii….

 

Tentunya kita ga perlu menunggu peringatan, belokan dan tempat berbalik
arah selalu ada kapan dan dimanapun. terkadang lurus bukan selalu jalan dan
keputusan yang tepat. Begitu juga berbalik bukan berarti mundur. Hidup akan
selalu memberi pilihan, namun evaluasi dan intrsospeksi adalah syarat lain
untuk menemukan waktu, arah dan tempat yang tepat untuk mengubah arah. Selamat
Idul Fitri semoga kembali fitri.

under: My reflection

The Freedom Writers

Posted by: theextraordinaryguy | October 9, 2007 | No Comment |

ThumbfreedomwritersGruwell adalah seorang guru bahasa inggris muda yang belum berpengalaman di Wilson High School Loang Beach, California. Sebagai guru pemula ia hanya berhak mengajar di kelas satu di SMA tersebut, dan tentunya bukan hal yang mudah untuk menyesuaikan diri mengajar di tempat tersbut. hal ini karena Logbeach pada saat itu (pertengan 1990-an) sedang kacau. Situasi sosial disana sedang mengalami dgradasi karena maraknya gangster dan pertentangan etnis yang begitu kompleks. Anak-anak yang besar di tengah kekacauan yang menjurus ke peperangan dan bentrokan etnik itulah yang dihadapi oleh Gruwell di kelas.

Kendala pertama yang dihadapi Gruwell adalah sulit sekali untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak didiknya. Kehidupan jalanan telah membuat anak-anak muda itu menjadi antisosial, susah bergaul, gampang emosi dan nyaris menjadi zero trust society. Kondisi pluralitas etnis masyarakat Amerika dalam konteks ini mengalami tantangan yang begitu berat. Karena setiap anak menyimpan prasangka negatif terhadap keragaman etnis yangterjadi di lingkungan mereka.

Digambarkan juga kekerasan yang berasal dari perbedaan etnis itu pula yang menjadi pengalaman anak-anak tersebut setiap hari. Inilah yang ingin diperbaiki Gruwell melalui anak-anak tersebut. Dimulai dari membahas cemoohan salah seorang anak kepada anak kulit hitam di kelas tersebut, dengan begitu semangat Gruwell secara perlahan mengajarkan apa arti ‘berbeda’ kepada muridnya. Ia juga mengajarkan betapa kehidupan gangster yang selama ini mereka jalani adalah sebuah kesalahan dan perklu dihentikan. Dengan kasih sayangnya sebagai seroang Guru, Gruwell mengajarkan kepada muridnya tentang arti menerima dengan tulus segala perbedaan.

Ia bekerja ekstra untuk membantu muridnya mendapatkan buku-buku yang bisa membebaska mereka. Ia juga meminta kepada muridnya untuk menuliskan segala pengalaman mereka baik yang positif maupun yang negatif ke dalam sebuah buku harian. Dan pada akjhirnya catatan-catatn itu menjadi buku bersama yang begitu berharga.

Kisah ini terisnpirasi dan berdasar dari kisah nyata murid sekolah Wilson Highs School yang terjadi di pertengahan tahun 1990-sn. Film yang sangat menarik dan bermanfaat untuk didiskusikan bersama dan sebagai refleksi atas pendidikan kita.  Selamat penasaran, dan tonton filmnya kereeeeen abisss….

under: Film

Lyrics of The Week

Posted by: theextraordinaryguy | October 9, 2007 | No Comment |

Teruskan langkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiran mu buat ku ragu
tak mungkin ini tetap bartahan   

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hati ku terbelenggu
ku coba untuk lanjutkan kan hidup   

engkau bukan lah segalaku
bukan tempat tuk menghentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

a song by PeterPan

under: Current Affairs

nice quote gandhi

Posted by: theextraordinaryguy | September 22, 2007 | No Comment |

Images"They may torture my bodybreak my bones, even kill me
Then they will have my dead body
but not my obedience"

Mohandas Karamchand Gandhi

under: wisewords

Wiseword

Posted by: theextraordinaryguy | September 11, 2007 | 2 Comments |

Minggu malam tanggal 9 september sepulang dari sore jogja yang mungkin tidak akan pernah aku lupakan. Satu saat yang mungkin aku akan kenang dalam sejarah kehidupan pribadiku. Di tengah perasaan rada kesel ke PT KA yang ga punya kursi kosong buat perjalanan Jogja-jakarta sehingga bikin aku harus lebih cepet meninggalkan kota gudeg itu. Kemudian membikin aku berada di tengah himpitan dan kerumunan penumpang senja utama solo yang kehabisan tempat duduk bagi para penumpangnya.

Dengan berpeluh keringat dan bau badan kucoba mencari sekecil ruang untuk menempatkan tubuh ini. Dan tanpa disengaja di hadapanku ada seorang ibu sederhana menenteng tas Joger hitam dengan tulisan yang bagiku sangat menyentuh :

Apakah hidup yang bahagia itu?
Hidup bahagia itu adalah mencari nafkah dengan tanpa serakah, mencari kebahagiaan tanpa membuat orang lain sengasara, merasa diri hebat tanpa meremehkan orang lain, mencari uang tanpa mendewa-dewakan, mencari kekayaan tanpa membiarkan orang dalam kemiskinan. itulah hidup yang bahagia!

under: My reflection

Pay it Forward

Posted by: theextraordinaryguy | July 23, 2007 | No Comment |

Pay_it_forward_ver1_1bermula dari hari pertama kelas tujuh di salah satu sekolah di Las vegas. Eugene Simonete (Kevin Spacey) menantang murid-muridnya yang ABG itu berpikir  untuk mengubah dunia. adalah trevor mckinney yang serius dengan tantangan gurunya itu. ia punya ide tentang pay it forward. kira-kira idenya itu tentang berbuat kebaikan, mengubah seseorang menjadi lebih baik dan menyebarkan virus berbuat kebaikan. semua orang dituntut untuk melakukan kebaikan apda 3 orang. kemudian tiga orang tadi akan melakukan kebaikan kepada masaing-masing 3 orang lagi. sehingga kalo ini berhasil maka semua orang akan melakukan kebaikan dan mengubah dunia.

Mulailah trevor mencari orang untuk proyeknya ini. dimulai dengan membantu jerry seorang seorang tuna wisma, kemudian i mencoba membantu gurunya yang kesepian dan nggak PD, dan ibunya sendiri. semuanya memang tidak berjalan lancar, namun dengan kerja keras dan ketulusan untuk membanu orang, gerakan pay it forward nya trevopr ternyata berkembang dengan sendirinya, bahkan sampe keluar kota.
kisah perjuangan trevor juga pada akhirnya menarik perhatian seorang wartawan (chris) untuk menulis kisah mengenai ide pay it forward ini.

pokoknya kalo ada 5 jari buat film ini. lengkap ada roman, drama, pendidikan dll. highly reccomended to watch. really good movie….

under: Film

Harry Potter dan Pasukan Dumbledoor

Posted by: theextraordinaryguy | July 17, 2007 | No Comment |

Poster1Harry Potter balik lagi. Kali ini di sekuelnya yang kelima, Potter kembali dari masa
libu
ran dengan petualangan yang lebih seru di Hogwarts.  Ceritanya
suspense banget,
dari mulai konflik internal pribadi, perjuangan  mempertahankan hak, Politik, pendidikan sampe
tentunya asmara. Kali ini Potter merasa bingung dengan apa yang telah
terjadi pada dirinya. Bayangan dan pikiran Lord Voldemort senantias
hadir dalam setiap tidurnya.  Rasa frustasi dan putus asa  membuat ia
mersa kehilangan  jati diri, sidamping Lord Voldemort yang  terus
berusaha  mengintimidasi alam pikiranny.

Selain blatar belakang
cerita sihir yang menunjukkan luar bisanya imajinasi sang pengarang, JK
Rowling, Satu yang Menarik bagiku dalam film ini  bagiku adalah mengenai  power syndromenya sang menteri  misteri dan praktek
pendidikan di Hogwarts.  Diceritakan bahwa Hogwarts yang biasanya
mengajarkan materi yang lebih menyentuh realitas dicoba untuk kembali
digiring ke pendidikan yang konservatif.  Jika sebelumnya  para murid
lebih
diencourage buat belajar dari pengalaman dan apa yang mereka suka dan butuhkan, maka kepala sekolah umbridge mencoba mengembalikan sekolah itu ke sistem tradisional.

Sangat
tidak menyenangkan, kebebesan dipasung, aturan diperketat namun
subsatnsi belajarnya menjadi agak kering karena menghapal lebih
diutamakan dari pada mengerti. Sehingga sekolah dan belajar tidak lagi
menjadi proses menyenangkan, tapi sebaliknya  malah jadi membosankan,
menjadio beban. Singketnya pendidikannya jadi lebih ditekanakan ke
masalah kognitif doang padahal aspek psikomotroik  dll tidak kalah
pentingnya.

pokoknya tonton aja Harry Potter dengan sudut pandang yang lain. Selamat nonton

under: Film

The Pursuit of HappyNess

Posted by: theextraordinaryguy | July 17, 2007 | No Comment |

Chris Gardner adalah seorang
penjual scanner alat kesehatan yang kuran

g beruntung. Penjualannya kurang
lancar membuat ia kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. Istrinya pun bekerja
dengan double shift untuk membantu memenuhi kebutuhan. Secara bergantian mereka
menjaga anaknya (christopher) yang dititipkan di tempat penitipan anak
(daycare).



Pursuitofhappyness1_3
Berbagai konflik terjadi, terutama karena kesulitan
keuangan keluarga. Istrinya pergi, hutang melimpah, mobil disita, hingga mereka
harus kehilangan tempat tinggal karena ga lagi mampu bayar sewa rumah.

Baru aja aku lihat judulnya, ak tahu Ini film bagus.
Will smith memrankan tokoh Chris Gardner dengan sangat apik. Chris gardner
adalah sosok ayah yang begitu syang kepada anaknya, cinta istri, pintar namun
keberuntungan yang kurang memihak membuat di hidup sengsara. Sebuah film yang
sangat menyentuh tentang perjuangan untuk bertahan hidup, mencapai sukses dan
mengejar kebahagiaan.

Pesan yang sangat jelas dari film ini
adalah bahwa kebahagiaan tidak bisa diperoleh dengan cara cuma-cuma. Perlu
kerja keras untuk bisa mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya. Benar
periabahsa yang mengatakan berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian.
Bahwa setiap kebahagiaan harus dibayar dengan kerja keras dan usaha yang nyata.
Sosok Chris mewakili itu semua. Dia harus mengasuh dan mengasuh anak,
menjajakan dagangannya, membayar berbagai tagihan dll. Hidup dalam berbagai
tekanan namun tetap berusaha untuk tidak pernah kehilangan semangat. Ia tidak
pernah mengeluh dan berbagi kesedihan. Hanya energi positif dan kebahagiaan
yang ia bagi kepada keluarganya. Sisanya ia simpan sendiri.

Jaden_smith14_3

Pesan lain yang aku tangkap jug
a adalah bahwa
komunikasi menjadi sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. Betapa
sebetulnya Chris Gardner adalah seorang suami yang sangat mencintai keluarganya
(paling nggak dia bukan suami yang jahat). Namun di tengah-tengah kesulitan
i
strinya malah meninggalkan keluarga mereka. Huh…hidup yang sulit. Istrinya
gagal me
mahami usaha Chris yang sudah dilakukan selama ini. Dan mungkin ini
warning buat semuanya, kadang cinta saja tidak cukup untuk mempretahankan
sebuah hubungan. Padahal secara emosional Chris dan keluarga adalah keluarga
yang bahagia.

Ah, banyak yang bisa dishare, pokonamah tonton wae filmna. Four thumbs
up. Cocok buat dijadikan bahan nonton film bareng dan diskusi di Kalangan
pemuda Sufi (suka FIlm) he..hehe…hehehe…

under: Film

Keinginan adalah Sumber Penderitaan

Posted by: theextraordinaryguy | July 14, 2007 | No Comment |

Keinginan adalah sumber penderitaan200603116715_white_rose_5

Tempatnya di dalam pikiran
Tujuan bukan utama


Yang utama adalah prosesnya

Kita hidup mencari bahagia
Harta dunia kendaraannya
Bahan bakarnya budi pekerti
Itulah nasehat para nabi

Ingin bahagia derita didapat

Karena ingin sumber derita
Harta dunia jadi penggoda
Membuat miskin jiwa kita

Ada benarnya nasehat orang-orang suci
Memberi itu terangkan hati
Seperti matah
ari

Yang menyinari bumi
Yang menyinari bumi

lyric by Iwan Fals

Keinginan adalah sumber penderitaan? masa sih? atau itu justeru sumber semangat dan obsesi?
   
keinginan adalah sumber penderitaan ketika ia memperbudak kita dan
membuat kita jadi orang lain. membuat kita kehilangan jati diri dan menyakiti diri sendiri. membuat kita kehilangan kemanusiaan. seperti seorang pengembara yang menunggu dalam sebuah pelayaran menuju dermaga yang tidak ada. keyakinan kadang tidak cukup memberi kebahagiaan. karena disamping itu ada kenyataan. kenyataan kadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. sehingga keinginan hanya menimbulkan penderitaan.

tapi apakah keinginan dan kenyataan tidak selalu sejalan? nggak juga! ada yang lain selain mereka (keinginan dan kenyataan). yang lain itu namanya nasib, usaha dan waktu/momen. terserah kamu mau lebih percaya yang mana? apakah engkau menjadi pengikut buta sang kenyataan dan nasib sehingga kamu jadi orang yang selalu bertahan dan menerima apa adanya? ataukah engkau penggemar berat
usaha, sehingga tidak ada kata final dan menyerah sebelum segala daya upaya dikerahkan? sampai titik darah penghabisan sampai raga menutup mata? ataukah engkau hanya bersandar pada waktu?

aku percaya pada smuanya! mereka (keinginan, waktu, usaha, dan nasib) lah sebetulnya yang membawamu pada kenyataan. Kenyataan itu yang ada, yang terjadi. Engkau kini tinggal memilih menanggapinya dengan sikap apa? senang, sedih, kaku, malu, bingung? itu pilihan mu. karena keadaan terburuk sekalipun adalah kebahagiaan bagi mereka yang punya kacamata bahagia. pahit getir hidup adalah ujian yang begitu nikmat terasa. kamu hanya perlu jiwa besar dan kacamata positif untuk menjalani hidup dengan seperti itu.

sebaliknya gelimangan harta dan orang yang mencinta adalah neraka bagi mereka para penggerutu yang tidak pernah puas akan kenyataan. hiburan hanya akan jadi tangisan. canda hanya akan menjadi murka. dan karunia Brokenheart_2Tuhan hanya akan kau anggap ketidakadilan dengan adanya sedikit ujian. tergantung mata dan kacamata yang engkau pakai dalam memandang hidup!

Keinginan adalah sumber penderitaan. pakai kacamata positifmu pasti ada hikmah dibalik smeua ini. ssalam kawan, selamat menikmati hidup.

under: My reflection

Nasionalisme dan Sepakbola

Posted by: theextraordinaryguy | July 14, 2007 | No Comment |

Stadion Gelora Bung Karno bergemuruh. Lebih dari 80 ribu lautan manusia memerahkan stadion terbesar di Asia Tenggara itu. Sekelompok manusia dari berbagai kalangan dan usia tumpah ruah mendukung tim kesayangannya, Indonesia. Suatu pemandangan yang sangat menyentuh dan mendebarkan hati.

Indonesia menang lawan Bahrain, 2-1. Sebuah peristiwa yang terlampau manis dan berharga untuk dilewatkan. Masyarakat Indonesia larut dalam euforia kegembiraan menyambut kemenangan ini. Aroma optimisme menyeruak mengisi dada anak negeri dengan 220 juta manusia ini. Betapa tidak sebagai tim underdog Grup D, kemenangan hampir tidak terbayang di kepala para pemain Indonesia.
Kemenangan ini laksana oase di tengah keringnya prestasi timnas sepakbola di ajang internasional. Keyakinan pemain pun bertambah menghadapi laga selanjutnya melawan dua tim langganan Piala Dunia, Arab Saudi dan korea Selatan.

Namun di laga kedua hasil manis gagal diraih. Setelah melakukan perlawanan dan menahan imbang Arab Saudi selama 90 menit, akhirnya tim merah putih harus rela kehilangan satu poin dan menyerah 1-2.Terlepas dari gagalnya penampilan kedua timnas Indonesia melawan Arab
Saudi, namun dilihat dari proses para pemain sudah memberikan yang
terbaik. Mereka mampu mengimbangi permainan The Green Falcons dan
nyaris mempermalukan mereka.

Nasionalisme

Melihat antusiasme dan kegembiraan warga indonesia melihat pertandingan Timnas dengan tim lawan, rasanya merinding bulu kudukku. Bayangkan aja 88 ribu rakyat Indonesia tumpah dengan satu tekad mendukung kepentingan Nasional yaitu mensupport timnas sepakbola Indonesia. Lagu Indonesia raya berkumandang selama pertandingan, yel yel pemberi semangat dan teriakan dukungan bergemuruh selama pertandingan. Malam ini dan kemarin semua penggila bola di tanah air hanya memiliki satu tujuan memberikan moral support buat para punggawa timnas sepakbola merah putih.D_indvbah_01

Euforia dan semangat itu ternyata ada! Bangsa besar ini mampu menunjukkan bahwa dengan kolektifitas dan kebersamaan kita bisa menorehkan prestasi. Rasanya Nasionalisme  itu benar-benar terasa saat mendukung timnas. Aku yang ga sempat nonton di Stadion aja merasa puas teriak di pinggir kursi walaupun memekakkan telinga temanku yang duduk di bawah. Sorry friend tim kita lagi maen, dan rasanya emosi ini meluap dan tak terpuaskan kalo nggak teriak. Setiap serangan musuh yang gagal kita teriak, setiap peluang yang kita terima kita teriak. pokoknya dalam setiap momen penting kita meluapkan meosi keterlibatan kuta untuk tim nasional tercinta.

Dalam mendukung Timnas Merah putih segala perbedaan dan kesusahan kita lupakan. Mereka yang jakmania damai dulu sama bobotoh, bonek akur dulu sama aremania. Pokoknya semua supporter klub yang selama ini sering terlibat bentrok bersatu padu dalam kaos warna merah dengan satu semboyan Indonesia Unity. Rasanya dengan hanhya melihat antusias penonton seperti itu, Brasil sekalipun sanggup kita kalahkan. Peringkat dunia FIFA kita seakan meningkat dengan secara tiba-tiba. Apapun hasil dan permainan kita, kita bangga dan cinta dengan Indonesia.

Transfer Energi : Kenapa Nggak?

Aku membayangkan kalo semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan para supporter bola ini bisa ditransfer dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Aku membayangkan semua orang mengedepankan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan Golongan dalam arti yang sebenar-benarnya. Sebagai Penduduk dan warga negara kita bisa mencontoh kegigihan dan seamangat Bambang Pmungkas and Friends dalam membela sang merah putih. Mereka berlari kesana kemari mengejar bola dan menghambat pergerakan musuh dengan satu alasan mengibarkan sang merah putih dan pulang dengan kepala tegak.

Dalam kala itu tidak terpikir ketenaran pribadi atau kesenangan masing-masing. Smeua berjuang untuk kemajuan berasama. Ada pemain bertahan membantu searangan begitu juga sebaliknya. Striker pun jika perlu turun membantu pertahanan. Semua memberikan kemampuan terbaik dan bekerja sebagusnya dengan posisinya masing-masing. Ga ada sedikit niat untuk menjerumuskan atau membuat saudara setim kelabakan apalagi kebobolan.

Semangat inilah yang harus kita tingkatkan dalam kehidupan bernegara. Semua warga negara harus memberikan sumbangsih sekecil apapun untuk kemajuan bangsa. Kalo ini sudah terbangun, tidak akan sesekali pun terbersit untuk pake uang negara untuk kepentingan pribadi. ataupun memeras bangsa sendiri. karena kepentingan bersama selalu ditegakkan dan dijadikan tujuan yang paling utama. Aku pikir perwujudan nasionalisme juga untuk menjadi warga negara yang baik, menagakkan aturan dan hukum, menghindari dan melawan KKN dan mencintai produk-produk dalam negeri.

Nasionalisme yang lebih substantif fan lebih mulia daripada mengobrakan janji tanpa pasti dan menjadi pemimpin yang tidak amanahh. Karena negara kita sudah terlalu banyak yang harus diperbaiki maka hanya setiap kita lah yang bisa melakukan perbaikkan.

Tenang Bambang Korsel bisa juga ditaklukkan dan aku akan teriak sekencangnya di eprtandingan nanti. Hidup indonesia.

under: My reflection

Older Posts »

Categories